Halaman

31 Juli 2009

Hari Ke-32, Asma ke-32: Al-Haliim

Al-Haliim
Maha Penyantun (The Forbearing On)
"... Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun" (Q.S. Al-Baqarah[2]:235)

Al-Haliim mempunyai arti Maha Penyantun. Allah SWT senantiasa menyayangi dan menyantuni hamba-Nya.

30 Juli 2009

Hari Ke-31, Asma ke-31: Al-Khobiir

Al-Khobiir
Maha Mengetahui / Maha Waspada (The All-Aware)
"Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui" (Q.S. Al-An'am[6]:18)

Allah SWT mempunyai nama Al-Khobiir yang berarti Maha Mengetahui. Allah SWT mengetahui setiap apa yang kita kerjakan, baik dan buruk, terlihat orang lain atau tidak. Allah SWT tetap mengawasi perilaku makhluk-Nya. Oleh karena itu, kita jangan berbohong, karena Allah pasti mengetahui kebohongan itu.

Nabi Yusuf AS deberikan karunia wajah yang sangat tampan sehingga membuat Zulaikha, ibu angkatnya menyukai Nabi Yusuf AS. Ketampanan Nabi Yusuf AS membuat Zulaikha tergoda oleh bisikan setan. Zulaikha mulai berusaha menarik perhatian Nabi Yusuf AS. Nabi Yusuf AS menyadari bahwa ibu angkatnya itu telah tergoda bisikan setan.

"Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan", kata Nabi Yusuf AS tegas menolak Zulaikha untuk berbuat buruk.

"Ingatlah, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang diperbuat hamba-Nya", kata Nabi Yusuf AS.

Melihat sikap Nabi Yusuf AS seperti itu, Zulaikha amat marah. Nabi Yusuf AS lari ke luar kamar. Zulaikha mengejarnya dan menarik bajunya dari belakang hingga sobek. Karena peristiwa itu, Nabi Yusuf AS difitnah Zulaikha dan masuk penjara.

Nabi Yusuf AS justru bersyukur berada dalam penjara. Karena itu, ia bisa menghindari Zulaikha. Nabi Yusuf AS yakin Allah SWT akan selalu mengetahui perbuatan makhluk-Nya seperti salah satu nama-Nya, Al-Khobiir yang berarti Maha Mengetahui.

29 Juli 2009

Hari Ke-30, Asma ke-30: Al-Lathiif

Al-Lathiif
Maha Lembut (The Subtle One)
"... sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana" (Q.S. Yusuf[12]:100)

Terhadap orang lain, kita harus bersikap lembut dan sopan. Kepada yang lebih muda, kita wajib menyayanginya dan kepada yang lebih tua, kita wajib menghormatinya. Sebagaimana nama yang dimiliki Allah SWT, Al-Lathiif yang artinya Maha Lembut.

28 Juli 2009

Hari Ke-29, Asma ke-29: Al-'Adl

Al-'Adl
Maha Adil (The Just / The Equitable)
"Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Qur'an) sebagai kalimat yang benar dan adil... " (Q.S. Al-An'am[6]:115)

Allah SWT Maha Adil terhadap setiap hamba-Nya. Semua balasan pahala yang diberikan Allah SWT ,sesuai dengan apa yang telah diperbuat hamba-Nya di dunia. Dengan demikian, Allah SWT memiliki nama Al-'Adl.

Dikisahkan pada suatu malam, Khalifah Umar Bin Khathab sedang berkeliling untuk melihat keadaan rakyatnya. Dia mendengar tangisan anak-anak dari sebuah rumah gubuk. Setelah diperhatikan, ibu anak itu sedang memasak sesuatu, namun masakannya tidak matang-matang sehingga anaknya tertidur dalam kelaparan.

Kemudian, Khalifah Umar Bin Khathab mengucapkan salam dan meminta izin untuk masuk. Wanita itu tidak tahu bahwa tamunya adalah Khalifah Umar Bin Khathab.

"Mengapa anakmu menangis, bu?", tanya Khalifah Umar Bin Khathab.

"Dia menangis karena sudah beberapa hari tidak makan, Tuan. Begitu pula dengan saya", jawab ibu itu.

"Lalu apa yang engkau masak dari tadi?" tanya Khalifah Umar Bin Khathab penasaran.

"Jika anak saya menangis karena lapar, saya akan berpura-pura memasak dengan memasukkan beberapa butir batu ke dalam periuk. Melihat saya memasak, maka anak saya akan diam sebentar dan megira saya memasak sesuatu.", jelas ibu itu kepada Khalifah Umar Bin Khathab.

"Mengapa engkau tidak mendatangi Khalifah dan menceritakan hal ini, Bu?" tanya Khalifah Umar Bin Khathab.

"Beliau Khalifah yang tidak mempedulikan rakyatnya, percuma saya mendatangi beliau. Mana mau beliau menerima saya", jawab ibu itu.
 
Mendengar jawaban tersebut, Khalifah Umar Bin Khathab tak kuasa menahan sedihnya. Kemudian Khalifah Umar Bin Khathab berpamitan keluar. Beliau menuju Baitul Mal dan mengambil beberapa karung gandum.

Dalam perjalanan menuju rumah ibu tersebut, sahabat berkata kepada beliau "Wahai Khalifah, berikan karung itu, biar aku yang memanggulnya untukmu". Khalifah Umar Bin Khathab berhenti dan bertanya pada sahabatnya, "Apakah engkau mau memanggul dosa-dosaku di akhirat nanti?".

Sesampainya di rumah ibu tersebut, Khalifah Umar Bin Khathab meminta izin untuk memasak sendiri gandum tersebut dan menghidangkan kepada mereka. Ibu dan anak itu senang sekali, dan memakan bubur gandum tersebut dengan lahapnya.

Khalifah Umar Bin Khathab telah berbuat adil dan menjalankan tugasnya sebagai pemimpin dengan baik. Ia bersedia melayani rakyatnya yang sedang kesusahan karena takut Allah SWT akan menghukumnya karena membiarkan rakyatnya kesusahan.

27 Juli 2009

Hari Ke-28, Asma ke-28: Al-Hakam

Al-Hakam
Maha Menilai / Menetapkan Hukum (The Judge)
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku (berada) di atas hujah yang nyata (Al-Qur'an) dari Tuhanku sedang kamu mendustakannya. Bukanlah wewenangku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling baik'." (Q.S. Al-An'am[6]:57)

Kehidupan kita diatur oleh hukum dan aturan. Coba bayangkan jika semua di dunia ini tidak ada peraturannya, tentu akan kacau balau, bukan? Semua orang akan berbuat bebas sesuka mereka. Sebagi umat Islam, hukum yang harus kita utamakan adalah hukum Allah SWT yang bersumber dari Al-Quran dan hadits. Allah SWT berhak untuk membuat hukum dan peraturan bagi makhluk ciptaan-Nya. Oleh karena itu, Allah SWT memiliki nama Al-Hakam.

26 Juli 2009

Hari Ke-27, Asma ke-27: Al-Bashiir

Al-Bashiir
Maha Melihat (The All-Seeing)
"Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; Kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang ke luar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan" (Q.S. Al-Hadid[57]:4)

Di mana pun kita bersembunyi, bahkan dalam ruangan gelap sekali pun, Allah SWT akan tetap melihat kita. Pandangan Allah SWT tak terbatas tempat dan waktu. Oleh karena itu, Allah SWT memiliki nama Al-Bashiir yang artinya Maha Melihat.

25 Juli 2009

Hari Ke-26, Asma ke-26: As-Samii'

As-Samii'
Maha Mendengar (The All-Hearing)
"(Ingatlah) ketika istri Imran berkata, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, anak yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar itu) dariku. Sesungguhnya, Engkau-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui'." (Q.S. Ali-Imran[3]:35)

Jika kita berbicara pelan-pelan atau berbisik, atau pun berbicara dalam hati, Allah tetap akan mendengarnya. Sebab Allah SWT Maha Mendengar segalanya sesuai dengan Namanya As-Samii'.

24 Juli 2009

Hari Ke-25, Asma ke-25: Al-Mudzill

Al-Mudzill
Maha Menyesatkan / Menghinakan (The Dishonor / The Humuliator)
"Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina" (Q.S. Al-Mujadilah[58]:20)

Allah SWT akan menghinakan hamba-Nya yang melanggar peraturan dan perintah-Nya. Oleh karena itu, Allah memiliki nama Al-Mudzill.
Dalam kitab Taurat, Allah SWT menentukan hari sabtu sebagai hari berkumpul dan beribadahnya Bani Israil. Pada hari itu, Bani Israil dilarang untuk mencari ikan. Suatu hari, Allah SWT menguji mereka dengan banyaknya ikan di laut pada hari sabtu.
Akhirnya, mereka tergoda untuk menangkap ikan-ikan tersebut, dan melanggar larangan Allah SWT. Karena pelanggaran ini, Allah SWT mengutuk mereka menjadi kera yang hina. Mereka yang menjadi kera bersembunyi di rumah masing-masing karena malu. Sampai akhirnya, mereka meninggal dalam keadaan hina.
Oleh karena itu, kita tidak boleh melanggar larangan Allah SWT yang telah ditetapkan-Nya. Allah Maha Kuasa untuk menghukum kita dengan hal yang lebih hina Allah memiliki nama Al-Muddziil, yaitu Maha Menginakan.

23 Juli 2009

Hari Ke-24, Asma ke-24: Al-Mu'izz

Al-Mu'izz
Maha Membeningkan / Memuliakan (The Honorer / The Bestower of Honors)
"Katakanlah, 'Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau memuliakan orang yang Engkau Kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu'." (Q.S. Ali-Imran[3]:26)

Jika Allah SWT berkehendak, Dia akan memuliakan hamba-Nya. jika kita ingin dimuliakan Allah SWT maka perbanyaklah beribadah dan beramal saleh.
Nabi Ayyub AS adalah cicit Nabi Ibrahim AS. Ia tinggal di Syiria. Keluarga Nabi Ayyub sangat kaya dan dermawan. Malaikat selalu memuji kemuliaan Nabi Ayyub AS. Iblis sangat kesal dengan kedermawanan Nabi Ayyub itu. 
Pada suatu hari, para malaikat memuji kebaikan Nabi Ayyub AS. Iblis yang mendengar pembicaraan para malaikat, bertekad untuk membuat hina Nabi Ayyub AS. Tipu daya pun mulai dilancarkan. Iblis membakar seluruh harta benda Nabi Ayyub AS hingga ia jatuh miskin. Iblis sangat senang karena usahanya berhasil. Namun, dugaan iblis meleset. Nabi Ayyub AS sangat sabar dan tegar meskipun kehilangan hartanya. Kemudian, anak-anak Nabi Ayyub AS meninggal satu per satu. Hanya Rahmah, istrinya yang setia menemaninya. Lagi-lagi, Nabi Ayyub AS tetap bersabar. Iblis semakin geram melihat kesabaran dan ketegaran Nabi Ayyub AS.
Kemudian, suatu hari, Nabi Ayyub AS menderita sakit kulit yang menjijikan. Semua saudara dan tetangga menjauhinya. Nabi Ayyub AS dikucilkan, tetapi ia tetap sabar menghadapinya. Akhirnya, dengan kasih sayang Allah SWT yang MAha Memuliakan hamban-Nya yang bersabar, Nabi Ayyub AS bisa sembuh dari penyakitnya.

22 Juli 2009

Hari Ke-23, Asma ke-23: Ar-Roofi'

Ar-Roofi'
Maha Mengangkat / Meninggikan (The Exalter)
"Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikanNya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (Q.S. Al-An'am[6]:165)

Nama Allah SWT yang berarti Maha Mengangkat / Meninggikan disebut Ar-Roofi'. Jika kita selalu mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, Allah SWT akan meninggikan derajat kita di antara hamba-hamba-Nya.