21 April 2016

Remember

People Will Forget What You Said
People Will Forget What You Did
But People Will NEVER Forget What You Made Them Feel

17 April 2016

Ayah

Ayah memang tidak mengandungmu, tapi dalam darahmu, mengalir darahnya...

Ayah memang tidak melahirkanmu, tapi suaranyalah yang pertama kau dengar ketika lahir untuk menenangkan jiwamu....

Ayah memang tidak menyusuimu, tapi dari keringatnyalah setiap suapan yang menjadi air susumu...

Ayah memang tidak menyanyikanmu, agar kau tertidur, tapi dialah yang menjamin kau tetap nyaman dalam lelapmu...

Ayah memang tidak mendekapmu seerat ibumu, itu karena dia khawatir karena cintanya ia tidak bisa melepaskanmu.. ketika kau sudah bisa membangun sendiri hidupmu...

Ayahmu tidak pernah kau lihat menangis, bukan karena hatinya keras, tapi agar kau tetap percaya, dia kuat untuk kau bisa bergantung di lengannya...

Sayangi dan hormati ayahmu.. memang surga ada di telapak kaki ibumu, tapi tidak ada surga untukmu tanpa keridhaannya...

Memang kau diminta mendahulukan ibumu, tapi ayahmu adalah jiwa raga ibumu...

Share dari chat ibunda kepada anaknya

15 April 2016

Karakter anak diwariskan dari mana?

Teori terdahulu menyebutkan karakteristik dan sifat2 bawaan seorang anak diwariskan dr ibu dan bapaknya dalam proporsi 50 : 50. Artinya, ayah dan ibu memberikan sumbangan yang sebanding dan setara dalam diri seorang anak.

Akan tetapi, penelitian biologi molekuler terbaru menemukan bahwa seorang ibu mewariskan 75% unsur genetikanya kepada anak, sedangkan bapak hanya 25%. Oleh karena itu, sifat baik, kecerdasan, dan kesolehan seorang anak sangat ditentukan oleh sifat baik, kecerdasan dan kesolehan ibunya. Apa yang disabdakan Rasulullah SAW, ternyata memiliki kesesuaian dengan fakta ini. Ketika seorang sahabat bertanya mana yang hrs diprioritaskan seorang anak, apakah ibunya atau ayahnya, beliau pun menjawab, “Ibumu, ibumu, ibumu...lalu bapakmu”. Proporsinya tiga berbanding satu.

Mari kita lihat lebih jauh. Di dalam sel-sel manusia terdapat sebuah organel yang memiliki fungsi sangat strategis, namanya mitokondria. Organel berbentuk bulat lonjong ini berongga, selaputnya terdiri atas dua lapis membran. Membran dalam bertonjolan ke dalam rongga (matriks) dan mengandung banyak enzim pernapasan. Tugas utama mitokondria adalah memproduksi bahan kimia tubuh bernama ATP (adenosin triphosphat). Energi yang dihasilkan dari reaksi ATP inilah yang kemudian menjadi sumber energi bagi manusia.

Mitokondria bersifat semiotonom krn 40% kebutuhan protein dan enzim dihasilkan sendiri oleh gennya. Mitokondria adalah salah satu bagian sel yang memiliki DNA sendiri, selebihnya dihasilkan gen di inti sel. Sekali lagi, dan ini sangat menarik, mitokondria hanya diwariskan oleh ibu, tidak oleh bapak. Mengapa? Krn mitokondria berasal dr sel telur bukan dari sel sperma. Itulah sebabnya, investasi seorang ibu dalam diri anak mencapai 75%.

Kita dapat berkata, inilah “organel cinta” seorang ibu yang menghubungkan kita dengan Allah dan kesemestaan. Tanpa kehadiran mitokondria, hidup menjadi hampa, tidak ada energi yang mampu menggelorakan semangat. Tanpa mitokondria, kita tdk dpt melihat, mendengar, hingga akhirnya tdk bs membaca, mencerna dan merasa.

Oleh karena itu, kita jangan heran jika kontak batin antara ibu dan anaknya sangat kuat dan intens. Jarak sejauh apapun tidak bisa menghalangi sensitivitas hati seorang ibu. Hal ini memperlihatkan adanya energi cinta yang menembus dimensi. Teori superstring yang kita ambil dr ilmu fisika bs sedikit memperjelas hal ini. Para ilmuwan di MIT, yang tergabung dalam kelompok 18, menemukan sebuah supersimetri, yaitu sebuah persamaan matematika yang menciptakan ruang di alam semesta tt terdiri atas 57 bentuk dalam 248 dimensi. Konsep supersimetri menyebutkan, andai dunia ini dibagi2 menjadi bentuk apapun, sebenarnya hanya ada satu titik yang melingkupinya. Artinya, ilmu pengetahuan menemukan bahwa jarak itu tdk bs membatasi jiwa dan ruh yang bersemayam dalam satu titik yang sama.

Jika kita menggunakan konsep ini, dimana pun berada, hati seorang ibu selalu berada di titik yang sama. Itulah sebabnya, apa yang dirasakan anak dan apa yang dirasakan ibu, bioelektriknya berada pada titik yang sama. Mitokondrianya berada dalam posisi yang sama sehingga titik pertemuannya pun sama. Dengan kata lain, perasaan seorang ibu kepada anaknya bagaikan perasaan dia terhadap dirinya sendiri.

(The Secret of Mother,  Tauhid Nur Azhar &  Eman Sulaeman)

Share dari posting fb teman. Link: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10154077595566069&id=50667511068

28 Maret 2016

If Only

If Only - The Calling

What's the way of love?
Tell me your fiction
Tell me your lies
Say to me now, you'll never forget this night
I'm feeling emotionless
My head's so clear
My enemies aren't, the one I fear
You know your kiss confuses
This troubling soul
And I found out
That we're all breaking hearts
That we're all broken hearts

[CHORUS:]
If only love could find us all
If only hearts didn't have to fall
We can't mislead to make things right
So instead we'll sleep alone tonight

What's the way of love?
You are thinking I'm crazy
But you're blushing of lust
I've heard a lot of nice things,
but tell me which ones I'm to trust?
These walls we made are glass
And they have been known to crack
But until then
You'll keep pushing my way
And I'll keep pushing you away

[CHORUS]

If you want to take a chance
And try to make things right
You better have a reason to be loved
We all want something more
And it is worth fighting for...

[CHORUS]

And if somehow fate were in my hands
Would it be enough to understand
Why we feel lost in a world so small
If only love could find find us all...

23 Maret 2016

Tanpa judul

Teman, apakah pernah dipikirkan hal-hal sederhana ini dan menganalogikan dengan kehidupan, atau bahkan dengan kematian?

Sebagai contoh, pernahkah teman-teman memikirkan makna lain dari instruksi dari pramugari saat pesawat akan lepas landas atau mendarat.

"Kepada seluruh penumpang agar menegakkan sandaran kursi, memasang sabuk pengaman, melipat meja, membuka penutup jendela"

Apa yang perlu diperhatikan?
1. Menegakkan sandaran kursi, makna lainnya adalah agar kita tidak lagi bersantai di kehidupan ini. Bekerjalah dengan giat.
2. Memasang sabuk pengaman, makna lainnya adalah menyiapkan diri kita dari segala kemungkinan yang dapat membahayakan diri kita.
3. Melipat meja, makna lainnya adalah agar menyiapkan diri kita untuk menghadapi segala hal di depan kita.
4. Membuka penutup jendela, makna lainnya adalah agar kita melihat "ke luar" dan bayangkan bila yang kita lihat itu adalah pemandangan terakhir yang dapat kita lihat, karena yang akan kita hadapi sudah di depan mata.

Pernahkah teman-teman bayangkan apabila pesawat yang kita naiki gagal lepas landas atau mendarat?

Apakah teman-teman sudah siap menghadapi kematian?

11 Januari 2016

Ketika

Ketika aku ingin hidup KAYA... Aku lupa, bahwa HIDUP itu sendiri adalah sebuah KEKAYAAN.
Ketika aku takut MEMBERI... Aku lupa, bahwa SEMUA yang aku miliki juga adalah PEMBERIAN.
Ketika aku ingin jadi yang KUAT... Aku lupa, bahwa ..... Tuhan memberikan aku KEKUATAN... di balik kelemahanku
Ketika aku takut RUGI... Aku lupa, bahwa  HIDUPKU... adalah sebuah KEBERUNTUNGAN, karena AnugerahNYA.

Ternyata hidup ini sangat indah... ketika kita selalu BERSYUKUR kepadaNYA
BUKAN... karena hari ini INDAH kita BAHAGIA...
Tetapi karena kita BAHAGIA... maka hari ini menjadi INDAH.
BUKAN... karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS...
Tetapi karena kita OPTIMIS... RINTANGAN akan menjadi tak terasa.
BUKAN... karena MUDAH kita YAKIN BISA...
Tetapi karena kita YAKIN BISA... semuanya menjadi MUDAH.
BUKAN... karena semua BAIK kita TERSENYUM...
Tetapi karena kita TERSENYUM maka semua menjadi BAIK.

Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.
BILA... kita tidak dapat menjadi JALAN BESAR ... cukuplah menjadi jalan setapak yang dapat dilalui orang.
BILA... kita tidak dapat menjadi MATAHARI...
cukuplah menjadi LILIN yang dapat menerangi sekitar kita.
BILA... kita tidak dapat BERBUAT sesuatu untuk seseorang...
cukuplah kita BERDOA untuknya...

27 November 2015

Karena Bahagia Itu Sederhana

Seorang direktur sebuah perusahaan, kaya raya, tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Kemudian seorang Ustadz mengajak sang direktur untuk ikut ke sebuah panti asuhan di Jakarta agar hatinya merasa bahagia dan tentram. Sang direktur menuruti saran Ustadz, namun setelah selesai acara, hatinya tetap masih belum merasa bahagia. Ia bergumam, "Ustadz bohong, katanya kalo ke panti asuhan hati bisa bahagia."
Ia pun berniat pulang, lalu melangkah menuju ke arah mobilnya dengan lesu. Tapi baru saja ia melangkah kedekat pintu panti asuhan, tiba-tiba seorang gadis kecil menarik tangannya.
"Om....mau pulang ya?", "Iya" jawab sang direktur sambil tersenyum.
"Om...boleh gak Nanda minta sesuatu ke Om?" Tanya anak kecil yang bernama Nanda itu. "Boleh, apa?"
"Tapi....Nanda takut gak boleh sama Om..."
Sang direktur tersenyum. Ia orang kaya, apa yang tidak bisa dibelikannya?! Apalagi untuk anak yatim piatu yang manis ini, pastilah permintaannya ia penuhi.
"Memangnya Nanda mau minta apa?" Tanya sang direktur sambil berjongkok dan memegang bahu Nanda.
"Om....Nanda minta...Nanda pengen manggil Ayah ke Om, boleh???"
Sang direktur tercengang. Tenggorokannya terasa tersumbat. Sebuah permintaan yang tidak pernah diduganya. Ternyata bukan boneka yang diminta Nanda, bukan juga uang, hanya sebuah sebutan 'Ayah'....tanpa terasa hatinya bergetar.
"Boleh"...Nanda boleh panggil Ayah ke Om."
"Terimakasih...Ayaaah, kapan Ayah datang lagi? Nanda boleh minta lagi ke Ayah?"
"Boleh sayang, Nanda mau minta apa?"
"Nanda minta, kalo Ayah datang lagi kesini, bawa fotonya Ayah ya..., Nanda mau simpan dikamar Nanda. Kalo Nanda kangen sama Ayah, Nanda bisa liat foto Ayah."
Sang direktur mengangguk. Dengan berlinang airmata sang direktur memeluk Nanda dan berkata, "Besok Ayah datang lagi kesini, Ayah akan bawa foto Ayah. Dan Ayah akan sering kesini ketemu sama Nanda."
Hati sang direktur sangat bahagia. Ya, ia benar-benar merasakan kebahagiaan itu sekarang.

Ingatlah, bahwa bahagia itu bukan saat kita bisa memiliki segalanya. Melainkan saat kita bisa memberi apa yang kita miliki untuk orang lain, meski hanya sebuah ungkapan KATA.

Semoga bermanfaat dan kita bisa mengambil palajaran dari kisah diatas.

Salam silaturahmi.

Repost dari chat Whatsapp kakak saya

16 Oktober 2015

Kita bukan siapa-siapa

Nu'man bin Tsabit yg dikenal dgn sebutan Abu Hanifah, atau populer disebut IMAM HANAFI, pernah berpapasan dgn anak kecil yg berjalan mengenakan sepatu kayu (terompah kayu).

Sang imam berkata : "Hati-hati nak dgn sepatu kayumu itu, Jangan sampai kau tergelincir."

Bocah ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Abu Hanifah.

"Bolehkah saya tahu namamu Tuan ?" tanya si bocah.

"Nu'man namaku", Jawab sang imam."

Jadi, Tuan lah yg selama ini terkenal dg gelar al-imam al-a'dhom (Imam Agung) itu ... ??" Tanya si BOCAH.

"Bukan aku yg memberi gelar itu, Masyarakatlah yg berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku."

"Wahai Imam, hati2 dgn gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka karena gelar ...! Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskan-mu ke dalam api yg kekal jk kesombongan dan keangkuhan menyertainya."

Ulama besar yg diikuti banyak umat Islam itupun tersungkur menangis ....

Imam Abu Hanifah bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah.

Betapa banyak manusia tertipu karena jabatan, tertipu karena kedudukan, tertipu karena gelar, tertipu karena kemaqoman, tertipu karena Harta yg berlimpah, tertipu krn status sosial ...

Jangan sampai kita tergelincir ... jadi angkuh dan sombong karena gelar, jabatan, status sosial dan kebesaran di dunia.

PEPATAH MENGATAKAN :

"SEPASANG TANGAN YG MENARIKMU KALA TERJATUH LEBIH HARUS KAU PERCAYAI DARIPADA SERIBU TANGAN YG MENYAMBUTMU KALA TIBA DI PUNCAK KESUKSESAN."

PS: cerita ini saya peroleh dari broadcast grup, sehingga sumbernya menjadi tidak jelas. Terima kasih untuk siapa pun yang memberikan kisah ini.

Kisah Suami Istri

Sepasang suami istri sedang makan malam bersama di rumah. Mereka adalah pengantin yang baru menikah 2 bulan. Di tengah makan malam mereka, sang istri membuka pembicaraan..

Istri : “suamiku sayang, bolehkah aku melakukan usul?”.
Suami : “boleh istriku sayang, silahkan!!”.
Istri : “saya ingin kita menulis kekurangan pasangan kita masing2 di kertas kosong..agar kita bisa saling intropeksi diri. tapi janji, tidak ada yang boleh tersingung. bagaimana sayang”.
Suami : “baik istriku, insya Allah..” sambil tersenyum manis

Sang istri kemudian pergi mengambil 2 lembar kertas kosong dan pulpen. Lima belas menit kemudian…

Istri : “sayang saya sudah selesai menulisnya.. apakah engkau juga sudah selesai?”.
Suami : “iya , saya juga sudah selesai!”.
Istri : “baiklah, sekarang tukar kertas kita masing2. Jangan ada yang dibuka dulu. Nanti dibaca secara terpisah setelah saya membereskan makan malam ini!”.
Suami : “iya sayang!” sambil kecup istri

Si istri mulai membereskan makan malam dan suami lantas pergi ke kamar tidur. Beberapa saat kemudian istri kirim sms kepada suami..
“suamiku, sekarang saya sudah selesai. Silahkan buka kertasnya dan baca tulisannya di kamar. saya akan membacanya di dapur ”

Sang suami langsung membuka kertas dan membacanya. Setiap membaca tulisan mengenai kekurangannya, air matanya tidak bisa dibendung, mengalir di setiap sudut matanya. Karena ternyata begitu banyak kekurangan pada dirinya. Sementara itu, di dapur sang istri juga membuka kertas.

Tak lama kemudian sang istri menghampiri suami ke kamar ..

Istri : “bagaimana suamiku, engkau telah membacanya?”
Suami : “sudah istriku, maafkan aku yang tidak bisa sempurna mendampingimu.. maafkan aku,” air matanya semakin deras mengalir

Istri : “iya suamiku, tapi mengapa engkau tidak menulis apapun dikertas itu? padahal aku telah menulis segala kekuranganmu..”

Suami : “wahai istriku tercinta, tahukah engkau? aku mencintaimu apa adanya.. sehingga aku melihat kekuranganmu adalah kelebihanmu dan aku tahu Allah menciptakan setiap manusia dengan berbagai kekurangannya, untuk itu aku sebagai suamimu akan menjadi pelengkap untuk menutupi kekurangan istriku.. aku mencintaimu karena Allah wahai istriku”. sambil menangis dan berbisik lirih di telinga sang istri

Sang istri pun tak sanggup menahan tangis mendengar ucapan dari sang suami yang begitu sangat mencintainya.

Salam silaturahmi.

PS:
Kisah ini saya teruskan dari Whatsspp kakak saya di hari ulang tahun istri saya pada tanggal 16 Oktober 2015. Terima Kasih A.